PERINGATAN KE 67 HUT Ajudan Jenderal Angkatan Darat 28 Desember 2017

    Peringatan HUT Ajudan Jenderal ke 67 berlangsung di lapangan Maditajenad, Jl. Bangka no 6 Bandung, dihadiri oleh Dankodiklat TNI AD, Pangdam III/Slw, Danpuspomad, Danpussen Arhanud, Danpussen Armed, Dankormar, Kadispsiad, Dirut PT Asabri, Dirut PT PAL, para sesepuh mantan Dirajenad beserta istri, para purnawirawan Ditajenad, para Kaajendam, para tamu undangan, para pejabat dan perwakilan perwira Corps Ajudan jenderal yang bertugas di wilayah Bandung dan seluruh anggota Maditajenad. Acara ulang tahun yang diselenggarakan secara sederhana tetapi tidak mengurangi kekhidmatan serta kemeriahan tersebut melibatkan seluruh anggota Maditajenad.      Adapun   tema   yang   diangkat   dalam   peringatan   HUT   kali   ini   yaitu

“MELALUI BUDHI DHARMA BHAKTIKITA TINGKATKAN PROFESIONALITAS,DIDASARIKESEDERHANAAN, KETULUSAN, DAN KERJA KERASUNTUK MENDUKUNG TUGAS POKOK ANGKATAN DARAT” .

       Hal ini seiring  dengan tujuan sasaran yang ingin dicapai dalam rangka pencapaian sasaran sesuai program dan pembinaan mental kejuangan serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia seperti yang disampaikan Dirajenad Brigjen TNI Erry Herman M.P.A. dalam sambutannya. Sambutan Dirajenad ini juga dibacakan diseluruh jajaran Ajendam satuan dibawah Ditajenad.

    Menapaki usia yang ke 67 tahun, Ajudan Jenderal menggunakan momentum  untuk mengingat kembali jati diri Bhudi Dharma Bhakti sebagai nilai-nilai luhur Ajudan jenderal. Acara syukuran peringatan HUT Ajudan Jenderal ke 67 diawali dengan pembacaan sambutan Dirajenad, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol bentuk rasa syukur seluruh warga Ditajenad kepada Tuhan YME karena selalu di berikan kelancaran dalam menjalankan tugas serta kebersamaan sehingga menjadikan Korps Ajudan Jenderal semakin Profesional.

    Dalam kemeriahan peringatan acara syukuran tersebut ditampilkan kemampuan olah vokal, olah seni dan tampilan drama yang seluruhnya melibatkan anggota Ditajenad.   Drama yang di sutradarai oleh Kapten Caj Imron membuka sesi acara hiburan dengan menampilkan cerita JEJAK KEJAYAAN VIJAYA KUSUMA.      Kemeriahan kibaran bendera warna-warni yang dibawakan oleh ASN Ditajenad menjadi awal ilustrasi cerita.    Dengan latar belakang suasana jaman kerajaan di tanah jawa ada kerajaan Tumapel/Singosari, Seorang Raja yang bernama Ken Arok dan permaisurinya Ken Dedes sedang duduk di singgasana raja. Beberapa penari merak/ gambyong sedang menghibur raja dan permaisurinya. Dengan latar belakang suasana kampung dan pedesaan menggambarkan ketentraman dan kedamaian, penduduk desa berangkat kesawah sambil menggiring ternak.

    Disisi lain, di ujung pulau Sumatra, digambarkan suasana kerajaan Islam Samudara pasai dengan rajanya Sultan Malul Shaleh dan Sultan Muda Malikul Dhahir sedang duduk di Singgasana. Juga sedang menikmati hiburan dari para penari Salman.   Gambaran cerita ini menceritakan tentang berbagai ragam adat, suku, budaya dan agama yang telah lahir, tumbuh dan berkembang di nusantara sejak awal berdirinya nusantara. Keragaman kehidupan sosial yang telah ada sejak nenek moyang kita bukan menjadi penghalang terwujudnya kehidupan masyarakat yang damai rukun dan sejahtera bercirikan kehidupan sosial yang lebih mengutamakan kesederhanaan. Peringatan HUT ke 67 Ajudan Jenderal Angkatan Darat diliput oleh berbagai media cetak maupun elektronik diantaranya, TVRI , Kompas TV, Net TV, Bmw TV, Koran PR, dan masih banyak media lainya yang meliput acar tersebut.

    Pada akhir acara sambil menikmati hidangan yang telah di sajikan, seluruh warga Ditajenad beserta seluruh tamu undangan melebur menjadi satu bergembira bernyanyi dan bergoyang bersama dengan di iringi oleh musik Orkestra Angkatan Darat. Dirajenad dan beberapa sesepuh serta tamu undangan turut menyumbangkan suara emas yang dimiliki untuk memberikan kehangatan dan kebersamaan kepada seluruh anggota Ditajenad sehingga perayaan HUT Ajudan Jenderal Angkatan Darat semakin meriah.

 

Artikel Terkait